It's Suki's Journey! Simple Girl with CoMpL1C4T3d L1F3

I wanna make my life more beautiful each day with the one I love

Friday, October 13, 2006

Aku sudah dewasa atau belum?





Aku sudah dewasa atau belum?


Bagaimana sih sebenarnya bersikap dewasa itu? Apa dewasa itu identik dengan selalu bersikap manis, tenang, tidak banyak bicara, tidak cerewet ? Terus kalau senang bercanda, tertawa-tawa, dan manja sama orang yang disayang itu masuk kategori orang yang tidak dewasa? Kalau itu sudah sifat asli aku, bagaimana aku bisa mengubahnya menjadi orang yang bukan diri aku sebenarnya?

Menurut aku,dewasa itu dari cara berpikir, cara aku menghadapi masalah, cara aku melihat masa depan etc. Sikap hanya sekian kecil persentasenya yang bisa merepresentasikan kedewasaan aku. Karena inilah aku, seperti anak kecil, suka teriak2 kesenangan, suka tertawa terbahak-bahak, suka manja dan minta diperhatikan. Tapi dari segi pemikiran, aku tidak childish.

Apabila masih ada orang yang merasa terganggu dengan sikap childish aku, aku harus memakluminya. Bagaimana bisa kita berharap semua orang akan suka sama kita? Bahkan satu keluarga atau teman2 terdekatpun belum tentu menyukai kita seutuhnya bukan?


Dewasa Itu Apa Sih?


Tingkat kedewasaan seseorang enggak selalu berbanding lurus dengan usianya. Mereka yang lebih tua belum tentu lebih dewasa. Lalu, bagaimana mengukur tingkat kedewasaan seseorang?
Ada beberapa aspek yang bisa dijadikan ukuran untuk menilai tingkat kedewasaan seseorang.

1. Intelektual

Dari segi ini kita dikatakan dewasa dilihat dari kemampuan kita membentuk pendirian. Artinya, kita punya pendirian atau prinsip yang jelas sehingga tidak mudah terombang- ambing oleh situasi yang menuntut kita untuk bersikap. Tapi, tetap memerhatikan pendapat orang lain walaupun tidak bersandar pada pendapat itu. Kemampuan mengambil keputusan sendiri dengan tegas dan bebas berdasarkan bukti, alasan nyata, dan nasihat baik dari orang lain, serta bertanggung jawab dengan segala keputusan kita. Tidak bingung kalau ada masalah, tapi dianalisis sebab-sebabnya sehingga bisa dicari kemungkinan-kemungkinan penyelesaiannya.

Yang ini jelas aku punya!

2. Emosional

Kita dikatakan sebagai orang dewasa secara emosional ditandai dengan kemampuan menerima emosi dan menguasainya secara wajar. Artinya, apa pun emosi yang sedang kita alami, kita tetap bisa menguasai dan mengelolanya dengan baik. Tidak dipengaruhi rasa takut dan gelisah. Kita bisa mengontrol emosi sehingga tidak merugikan orang lain. Dari sini dapat dilihat bahwa orang dewasa juga punya kecerdasan emosi yang cukup tinggi.

Yang ini kadang aku bisa ngontrol, kadang tidak bisa. So aku blm dewasa?

3. Sosial

Kedewasaan kita dari segi sosial tampak dari keterbukaan terhadap orang lain. Sanggup membuat persahabatan. Tidak bergantung kepada siapa pun, tapi bukan berarti kita tidak butuh orang lain. Kita bisa menyesuaikan diri dan hormat dengan hukum, kebiasaan, dan adat-istiadat masyarakat di mana pun kita berada.

Tidak ada masalah untuk point yang ketiga

4. Moral

Dari segi moral dapat dilihat dari kesetiaan kita pada asas- asas moral dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari. Umumnya semakin dewasa diri kita, akan semakin mementingkan orang lain daripada diri sendiri.

No problem untuk point 4

5. Spiritual

Kedewasaan dari segi ini bisa dilihat dari cara berkeyakinan yang tidak sempit. Kita mampu bergaul dan membina hubungan baik dengan orang- orang yang keyakinannya berbeda dari diri kita. Kalau sudah mencapai hal itu, kita mampu mencintai orang lain tanpa batas-batas agama, ras, suku, atau golongan.



Lalu, apakah seseorang yang disebut dewasa kemudian meninggalkan segala bentuk keceriaan, kegembiraan, dan kegairahan hidup? Tentu saja tidak. Orang dewasa tidak harus selalu bersikap serius. Adakalanya orang dewasa juga bersikap jahil dan senang bercanda untuk memecah kebekuan atau menurunkan ketegangan.


Penghambat kedewasaan

Kedewasaan tidak selalu berhubungan dengan umur. Kadang ada orang yang umurnya boleh dibilang tua, tapi sikapnya masih kekanak-kanakan, suka menang sendiri, emosian, dan enggak mau kalah. Tapi, ada yang sebaliknya walaupun usianya masih muda, dia mampu menjadi panutan teman-temannya.

Kedewasaan adalah proses perkembangan kepribadian. Karena proses, jadi enggak bisa instant. Tidak bisa hanya dengan berdandan ala orang dewasa terus jadi orang dewasa. Kedewasaan itu lebih ke sikap kita dalam menghadapi apa pun. Memang sih, mestinya yang umurnya lebih banyak dia akan lebih dewasa karena sudah mengalami banyak hal dalam hidup dan lebih banyak belajar dari pengalaman. Tapi nyatanya tidak selalu begitu, ini karena pendewasaan dalam prosesnya bisa mengalami kemajuan, mandek, bahkan mundur.

Orang yang selalu belajar dari pengalaman dan suka introspeksi diri biasanya proses kedewasaannya makin maju. Artinya, makin hari ia makin tumbuh menjadi manusia yang lebih bijaksana. Sebaliknya, orang yang cepat merasa puas sehingga merasa tidak perlu belajar lagi, manja, tidak mau dikritik dan selalu lari dari masalah akan mengalami hambatan dalam proses pendewasaannya.


Mulai dari sekarang, aku akan memulai mengontrol segala sikap aku. Tujuannya adalah agar orang terdekat aku merasa nyaman. Lupakan semua sifat manja aku... Hhhh susahnyaaaa...

1 Comments:

Blogger Panna Gita said...

Kenapa yach cuki mau jadi orang dewasa.....Apakah karena para psikopat seringnya memburu anak-anak kecil seperti dia yach??
he..he..he...

1:58 PM  

Post a Comment

Subscribe to Post Comments [Atom]

Links to this post:

Create a Link

<< Home


Sign my Guestbook from Bravenet.com Get your Free Guestbook from Bravenet.com