It's Suki's Journey! Simple Girl with CoMpL1C4T3d L1F3

I wanna make my life more beautiful each day with the one I love

Tuesday, October 17, 2006

You are what you eat?! Masa sih...

Lebih suka mana? Makan di tempat yang lumayan mahal, good service,but delicious atau makan di tenda, pinggir jalan, banyak nyamuk tapi enak banget dan murah?

Kalau aku sih ingin gabungan dari keduanya. Makan enak, tempat nyaman, pelayanan bagus dan murah meriah. Biasa, cewek emang banyak maunya. Aku itu orangnya suka makan dan mencoba tempat makan baru asalkan harganya terjangkau. Kalau keseringan makan di tempat yang mahal bisa2 sebelum akhir bulan gaji cekak T_T. Terus siapa yang mau hidupin aku hehehe.

Bersama my Fiance, kami sering berkeliling mencari makanan. Mulai dari seafood Pangeran Jayakarta, seafood di Kali Mati Pademangan, pangsit ikan Sunter sampai Dim Sum di PIM. Tiap minggu selalu ada acara makan di luar yang biarpun cuma makan di tenda atau pinggiran jalan, kami berdua sangat menikmatinya.

Pengalaman makan di pinggir jalan tidak selalu menyenangkan, ada plus minusnya. Kadang-kadang suka banyak nyamuk sehingga agak tidak nyaman dan cenderung untuk cepat-cepat menghabiskan makanan. Seperti waktu makan di Ikan Bakar di kawasan Tanjung Duren. Di situ ikannya memang segar-segar, lumayan besar dan banyak jenisnya. Sambelnya pedas banget tapi enak. Nasinya bebas nambah karena ditaruh di bakul. Perhitungannya pun berdasarkan jumlah orang, bukan berapa porsi nasi yang dihabiskan.
Minusnya, bagi yang makan di sana selain kepedasan mungkin juga akan kerepotan menggaruk dan mengusir nyamuk yang menyerang kaki. Biarpun sudah dikasih obat nyamuk bakar, nyamuknya sepertinya sudah mempan. Tapi buat kami tidak masalah, asalkan urusan perut sudah dipuaskan.


Kemarin makan di Sate Khas Senayan di kawasan Kebon Sirih. Ingin mencoba sate sapi yang agak jarang ditemui di Jakarta. Terakhir kali makan sate sapi sudah agak lama. Dulu di Bangka sering beli di tempat kenalan Papa. Satenya enak sekali pakai saos kacang yang kental. Di Jakarta selama 6 tahun tidak pernah ketemu sate sapi yang dijual di jalanan. Selalu kambing dan ayam.

Aku ke Sate Khas Senayan sekitar jam 8 kurang. Sampai sana restorannya sepi, cuma beberapa meja yang ada tamunya. Suasananya tenang dan dingin. Tapi heran, suasana sepi tapi pelayannya jarang terlihat. Pada saat mau memesan makananpun harus menunggu satu2nya pelayan yang sedang mencatat pesanan di meja lain. Makanannya variatif, mulai dari menu andalan satenya sampai seafood juga tersedia.

Tapi aku kurang senang dengan pelayanannya. Kelihatannya pelayannya kurang sopan dalam cara menyajikan makanan ke tamu. Piring tidak diletakkan dengan hati2 tapi dalam keadaan setengah dibanting. Aku sampai saling berpandangan heran dengan pacarku. Heran apa pelayan itu tidak pernah diajarin sama managernya atau moodnya lagi jelek? Masa mood jelek diperlihatkan ke tamu? Hahaha

Setelah semua menu sudah di atas meja, malah sendok dan garpunya tidak dikasih ke kami. Lho, emangnya disuruh makan pakai tangan? Masa harus diminta baru dikasih. Makanannya sih memang enak, biarpun pelayanan buruk. Setidaknya aku sudah mencoba sate sapi yang tidak ada rasa sapinya. Lebih mirip sate babi. Apa karena aku lagi pilek ya sampai tidak bisa merasakan aromanya. Tapi pacar aku juga bilang lebih mirip sate babi.Overall, makanannya enak BUT service kurang memuaskan. Enak, suasana nyaman, agak mahal (relatif tergantung kantong ) , service kurang!

Malam itu aku senang, pulangnya sambil bercanda gila2an di mobil. Masih belum puas, ditraktir makan ice cream lagi sama pacarku. Malam itu aku tidur dalam keadaan kekenyangan.

0 Comments:

Post a Comment

Subscribe to Post Comments [Atom]

Links to this post:

Create a Link

<< Home


Sign my Guestbook from Bravenet.com Get your Free Guestbook from Bravenet.com